Petir adalah peristiwa alam yang sering terjadi di bumi, terjadinya seringkali mengikuti peristiwa hujan baik air atau es, peristiwa ini dimulai dengan munculnya lidah api listrik yang bercahaya terang yang terus memanjang kearah bumi dan kemudian diikuti suara yang menggelegar dan efeknya akan fatal bila mengenai mahluk hidup.

Anti Petir dan Penangkal Petir mungkin itu adalah istilah yang sudah salah kaprah dalam bahasa kita, kesan yang ditimbulkan dua istilah ini adalah aman 100 % terhadap petir, akan tetapi kejadiannya tidak demikian.

Dalam penanganan bahaya petir memang ada beberapa faktor yang sangat mempengaruhi, bilamana kita ingin solusi/penyelesaian total akan bahaya petir kita harus melihat faktor lain.

Sambaran Tidak Langsung pada bangunan yakni petir menyambar diluar areal perlindungan dari penangkala petir yang terpasang , kemudian arus petir ini merambat melalui instalasi listrik , kabel data atau apa saja mengarah ke bangunan. Akhirnya arus petir ini merusak unit peralatan listrik kita.

Masalah ini semakin runyam disaat ini karena peralatan elektronik menggunakan tegangan kerja kecil , DC , dan sensitiv.

Maka pada dasarnya pengaman sambaran petir langsung bukan membuat posisi kita aman 100 % terhadap petir, akan tetapi membuat posisi bangunan kita terhindar dari kerusakan fatal akibat sambaran Langsung, serta mengurangi efek kerusakan pada peralatan elektronik bila ada petir yang menyambar bangunan kita.

PROSES TERJADINYA PETIR

Terdapat 2 teori yang mendasari proses terjadinya petir :

1.            Proses Ionisasi

2.            Proses Gesekan antar awan

 

 a. Proses Ionisasi

Petir terjadi diakibatkan terkumpulnya ion bebas bermuatan negatif dan positif di awan, ion listrik dihasilkan oleh gesekan antar awan dan juga kejadian Ionisasi ini disebabkan oleh perubahan bentuk air mulai dari cair menjadi gas atau sebaliknya, bahkan padat (es) menjadi cair.

Ion bebas menempati permukaan awan dan bergerak mengikuti angin yang berhembus, bila awan-awan terkumpul di suatu tempat maka awan bermuatan akan memiliki beda potensial yang cukup untuk menyambar permukaan bumi maka inilah yang disebut petir.

b.Gesekan antar awan

Pada awalnya awan bergerak mengikuti arah angin, selama proses bergeraknya awan ini maka saling bergesekan satu dengan yang lainya , dari proses ini terlahir electron-electron bebas yang memenuhi permukaan awan. proses ini bisa digambarkan secara sederhana pada sebuah penggaris plastic yang digosokkan pada rambut maka penggaris ini akan mampu menarik potongan kertas.

Pada suatu saat awan ini akan terkumpul di sebuah kawasan, saat inilah petir dimungkinkan terjadi karena electron-elektron bebas ini saling menguatkan satu dengan lainnya. Sehingga memiliki cukup beda potensial untuk menyambar permukaan bumi.

PERLINDUNGAN TERHADAP BAHAYA PETIR

Manusia selalu mencoba untuk menjinakkan keganasan alam, salah satunya adalah Sambaran Petir. dan metode yang pernah dikembangkan:

1. Penangkal Petir Kovensional / Faraday / Frangklin

Kedua ilmuan diatas Faraday dan Frangklin mengetengahkan system yang hampir sama , yakni system penyalur arus listrik yang menghubungkan antara bagian atas bangunan dan grounding . Sedangkan system perlindunga yang dihasilkan ujung penerima / Splitzer adalah sama pada rentang 30 ~ 45 ‘ . Perbedaannya adalah system yang dikembangkan oleh Faraday bahwa Kabel penghantar terletak pada sisi luar bangunan dengan pertimbangan bahwa kabel penghantar juga berfungsi sebagai penerima sambaran, Berupa sangkar elektris atau biasa disebut sangkar Faraday.

2. Penangkal Petir RadioAktif

Penelitian terus berkembang akan sebab terjadinya petir , dan dihasilkan kesimpulan bahwa petir terjadi karena ada muatan listrik di awan yang dihasilkan oleh proses ionisasi , maka penggagalan proses ionisasi di lakukan dengan cara memakai Zat berradiasi misl. Radiun 226 dan Ameresium 241 , karena 2 bahan ini mampu menghamburkan ion radiasinya yang bisa menetralkan muatan listrik awan.

Sedang manfaat lain adalah hamburan ion radiasi akan menambah muatan pada Ujung Finial / Splitzer dan bila mana awan yang bermuatan besar yang tidak mampu di netralkan zat radiasi kemuadian menyambar maka akan condong mengenai penangkal petir ini.

Keberadaan penangkal petir jenis ini sudah dilarang pemakaiannya , berdasarkan kesepakatan internasional dengan pertimbangan mengurangi pemakaian zat beradiasi dimasyarakat.

3. Penangkal Petir Elektrostatic

Prinsip kerja penangkal petir Elektrostatik mengadopsi sebagian system penangkal petir Radioaktif , yakni menambah muatan pada ujung finial / splitzer agar petir selalu memilih ujung ini untuk disambar.

Perbedaan dari sisten Radioaktif dan Elektrostatik ada pada energi yang dipakai. Untuk Penangkal Petir Radioaktif muatan listrik dihasilkan dari proses hamburan zat berradiasi sedangkan pada penangkal petir elektrostatik energi listrik dihasilkan dari Listrik Awan yang menginduksi permukaan bumi.

 

 

PROSES PEMBANGUNAN ANTI PETIR

Aksesoris

FULL COPPER GROUND ROD/GROUND ROD PURE COPPER/ GROUND ROD TEMBAGA MURNI

 Kami menyediakan FULL COPPER GROUND ROD / / GROUND ROD PURE COPPER / / GROUND ROD TEMBAGA MURNI, dengan berbagai ukuran diameter dan dengan berbagai ukuran panjang.

Berikut harga perkiraaan yang bisa kami tawarkan (harga franko Jakarta) :

(1)  Dia 5/ 8 " , 3 Mtr , 5.3 KG/ btg,

(2)  Dia 5/ 8 " , 4 Mtr , 7.1 KG/ btg,

(3)  Dia 3/ 4 " , 3 Mtr , 7.6 KG/ btg,

(4)  Dia 3/ 4 " , 4 Mtr , 10.2 KG/ btg,

5 Dia 1 " , 3 Mtr , 13.6 KG/ btg,

6 Dia 1 " , 4 Mtr , 18.1 KG/ btg,

Catatan:

a. Harga bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti harga tembaga dunia.

b. Kami bisa mengirim ke seluruh wilayah Indonesia dengan     tambahan biaya ongkos kirim sesuai dengan forwarder yang dipakai ( TIKI JNE, DAKOTA CARGO, LORENA, dll) .

c. Anda juga bisa menunjuk forwarder anda sendiri. 

d. Untuk pengiriman, dikenakan minimum order yang ditentukan  kemudian sesuai dengan kesepakatan.

-----------------------------------------------------------------------------------------

GROUNDING ROD COPPER BOND

 

 

NON UL listed GROUNDING ROD COPPER BOND terbuat dari besi silinder dengan kandungan karbon yang rendah, dilapisi dengan tembaga yang tebal melalui proses elektrolisis.

NON UL Grounding rod copper bond merupakan solusi yang ekonomis untuk kebutuhan grounding rod dengan fungsi yang " hampir " tidak berbeda dengan ground rod tembaga murni. Biaya pengadaan grounding rod yang terbuat dari tembaga murni cukup mahal dibandingkan dengan manfaatnya.

Karakteristik NON UL Grounding Rod Copper Bond:

Tersedia berbagai ukuran diameter:

a. 5/ 8 inch

b. 3/ 4 inch

Tersedia dalam berbagai ukuran panjang: 1.5 meter, 3 meter, 4 meter

a. Diameter 5/ 8 " , panjang 1.5 meter ( 5 feet)

b. Diameter 5/ 8 " , panjang 3 meter ( 10 feet)

c. Diameter 3/ 4 " , panjang 1.5 meter ( 5 feet)

d. Diameter 3/ 4 " , panjang 3 meter ( 10 feet)

e. Diameter 5/ 8 " , panjang 4 meter

 

BIAYA DAN RINCIAN

Untuk Informasi lebih jelas silakan hubungi ;

===========================================================

 Telkomsel: 0812 8883 2410, INDOSAT: 0858 1121 2875
KANTOR: 021.29628318

Silakan mendatangi Workshop kami dengan 
Global Position System (GPS);  -6.358816°, 106.958468°. 
Jalan Raya Ciangsana - Jati Asih Km 3,9, Seberang Ruko Orange Groove, 
kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16968

===========================================================

 

Informasi tambahan